Belum Juga Ada Titik Temu Terkait Perizinan di Lahan Perkebunan, Pokdarwis Desa Cihaur Gelar Audensi Bersama Anggota Komisi VII Fraksi Demokrat Iman Adi Nugraha
Liputanpalabuhanratu.net|SUKABUMI – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cihaur Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi beraudensi dengan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Parti Demokrat Iman Adi Nugraha di Rumah Aspirasi pada Selasa, 21 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama antara Pokdarwis Desa Cihaur dengan pihak PT Perkebunan Cihaur dalam pengelolaan destinasi wisata desa.
Desa Cihaur khususnya memiliki potensi wisata alam yang signifikan karena dikelilingi oleh area perkebunan. Namun, hingga saat ini, inisiatif masyarakat melalui Pokdarwis untuk berkolaborasi dengan pengelola PT Perkebunan Cihaur belum mendapatkan respon yang jelas, meskipun surat permohonan kerjasama telah dikirimkan sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Iman Adi Nugraha menyatakan komitmennya untuk menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak.
"Saya mencoba memfasilitasi agar ada kejelasan dan respon dari pihak terkait. Saya kira ini sesuatu yang luar biasa, apalagi Desa Cihaur sudah ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Sukabumi," ujar Iman.
Iman menekankan bahwa kerjasama yang saling menguntungkan antara Pokdarwis dan pihak perkebunan dapat menjadi kunci kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Ia menilai, jika dikelola dengan baik, potensi wisata seperti air terjun dan pemandangan sunset (matahari terbenam) yang dimiliki daerah tersebut dapat menarik banyak wisatawan.
"Kalaupun pihak PT Perkebunan nanti bersedia bekerja sama dengan Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi wisata, tentu saya sebagai wakil rakyat akan mendukung penuh. Ini harus menghasilkan sesuatu yang baik untuk masyarakat," tambahnya.
Selain mendorong aspek kerjasama manajemen, Iman juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur. Ia mengajak semua pihak, termasuk Pemerintah Daerah Sukabumi dan anggota DPRD Kabupaten, untuk bergotong royong memperbaiki fasilitas pendukung seperti penerangan jalan dan aksesibilitas agar standar desa wisata terpenuhi.
"Pemerintah daerah Sukabumi telah memilih media sosial sebagai salah satu sarana promosi desa wisata, yang menunjukkan adanya penilaian prospek ke depan. Pasti ada harapan ini menjadi desa yang berkembang dari bidang pariwisata," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Iman juga menyampaikan bahwa ia akan kembali ke daerah dalam rangka sosialisasi MPR. Ia mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi dan pertanyaan terkait kemajuan daerah, termasuk detail potensi wisata lain selain air terjun dan sunset yang mungkin belum tergali maksimal.
Dengan dukungan penuh dari wakil rakyat dan komitmen bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Desa Cihaur diharapkan dapat menjadi contoh sukses pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di Kabupaten Sukabumi.
(*One)

